3 Olahraga Tradisional Indonesia, Ada yang Unik dan Ekstrem

Foto Olahraga Tradisional Indonesia (www.adira.co.id)

Olahraga tradisional Indonesia sangatlah beragam dan menarik untuk kamu ketahui. Apalagi, saat ini olahraga merupakan kegiatan yang banyak dilakukan orang-orang. Olahraga dapat menyehatkan tubuh sekaligus memberikan kesenangan bagi mereka yang melakukannya. 3 olahraga tradisional ini dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mencoba kegiatan olahraga yang antimainstream.

Olahraga-olahraga ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, mereka ini juga menggunakan berbagai macam media yang unik.

3 Olahraga Tradisional Indonesia dan Asalnya

Olahraga tradisional merupakan warisan budaya dari suatu bangsa yang penting untuk dijaga. Berbagai macam olahraga tradisional menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki budaya yang beragam. Berikut 3 olahraga tradisional Indonesia yang menarik untuk kamu ketahui.

Baca juga: 5 Hewan Purba Berbahaya Yang Pernah Ada Di Bumi, Bentuknya Mengerikan!

Foto Fahombo dari Nias (Kemenparekraf.go.id)

Fahombo

Fahombo merupakan olahraga tradisional Indonesia milik Suku Nias. Cara melakukan olahraga ini adalah dengan melompati batu yang tingginya sekitar 2 meter. Awalnya, Fahombo lahir dari tradisi perang.

Dahulu ketika masih banyak peperangan di tanah Nias, banyak benteng-benteng yang dimiliki oleh. Maka dibuatlah latihan melompati tumpuan batu untuk melatih ketangkasan sehingga nantinya bisa melompati benteng tersebut. Fahombo menjadi upacara adat yang menguji kelayakan seorang pemuda untuk nantinya mengikuti perang.

Selain itu, Fahombo juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi pemuda Nias agar tangkas dan kuat dalam menjalani kehidupan. Ketika seorang pemuda melompati batu untuk Fahombo, ia harus berusaha agar batu itu tidak tersentuh kulit atau anggota tubuh. Karena jika tersentuh, maka dianggap belum berhasil. Ketika hendak melaksanakan lompat batu, para pemuda Nias juga mengenakan baju adat khusus perang.

Foto Karapan Sapi

Karapan Sapi

Jika biasanya balapan pacuan hewan dilakukan dengan menggunakan kuda, maka olahraga tradisional Indonesia yang satu ini dilakukan dengan sapi.

Karapan sapi merupakan budaya khas dari suku Madura. Pada olahraga ini, sepasang sapi akan menarik kayu yang berfungsi sebagai kereta. Di atas kereta kayu tersebut, ada joki yang mengendalikan pasangan sapi untuk berlomba melawan pasangan-pasangan sapi lainnya. Kompetisi Karapan Sapi memiliki empat babak, sedangkan trek yang balapannya memiliki panjang 100 meter.

Ada beberapa macam Karapan Sapi, yaitu Kerap keni, Kerap raja, Kerap onjangan, Kerap karesidenan, dan Kerap jar-jaran.

Foto Jemparingan (Indonesia.go.id)

Jemparingan

Jemparingan merupakan olahraga panahan dari Yogyakarta.  Keunikan Jemparingan yang membedakannya dengan olahraga panahan biasa adalah posisi ketika memanah. Jika posisi memanah dalam olahraga panahan biasa adalah dengan berdiri, maka Jemparingan dilakukan dengan posisi duduk bersila bagi laki-laki dan duduk bersimpuh bagi perempuan.

Jemparingan menggunakan busur yang terbuat dari bahan alami seperti bambu atau kayu. Target yang dipanah dalam Jemparingan bernama wongwongan atau bandulan yang terbuat dari ikatan jerami. Bentuk dari bandulan  adalah silinder tegak dan memiliki tinggi sekitar 30 cm serta diameter 3 cm.

Bandulan terdiri atas 3 bagian dengan warna yang berbeda-beda, yaitu:

  • Kepala, dengan warna merah
  • Leher, dengan warna kuning
  • Badan, dengan warna putih

Di bawah bandulan, terdapat bola kecil yang jika kena anak panah akan mengakibatkan pengurangan nilai. Di atas bandulan, kamu bisa melihat lonceng kecil yang akan berbunyi sebagai penanda jika bandulan terkena anak panah. Selain itu, perlu kamu ketahui bahwa ketika melakukan olahraga Jemparingan, para pemanah juga mengenakan pakaian tradisional, loh.

Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Mata Ketika Pembelajaran Online

Itulah 3 olahraga tradisional Indonesia yang unik dan perlu kamu ketahui. Semoga warisan-warisan budaya tersebut bisa kamu pelihara dan dipelajari agar tidak lekang termakan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Post